Pengen Nulis Sesuatu, Tapi Lagi Gak Ada Waktu,..
Nanti Aja Yah,... Hahaha,... hahahaa,...
Senin, 19 November 2012
Jumat, 05 Oktober 2012
KEPADA KEKASIH SEJATI
Kamu hari ini melihatku sebagai orang asing
ketika aku datang dan menyapamu dengan cinta
padahal sudah sejak lama kita bertegur sapa
tidak sebagai sepasang kekasih memang,
tetapi bukankah aku sahabat terbaikmu?
Kemarin ketika kamu datang dengan cerita bahagia
ketika aku datang dan menyapamu dengan cinta
padahal sudah sejak lama kita bertegur sapa
tidak sebagai sepasang kekasih memang,
tetapi bukankah aku sahabat terbaikmu?
Kemarin ketika kamu datang dengan cerita bahagia
bahwa kau telah menemukan pujaan hatimu
seseorang yang akan kau pilih untuk sehidup semati denganmu
aku yang pertama kali mendoakan kebahagiaanmu
tetapi ketahuilah aku bersedih karena kehilanganmu
Aku membenci semua kenangan bersamamu
aku membenci mengingat setiap waktu bersamamu
aku benci karena tidak dapat lupa semua kesukaanmu
aku membenci perasaanku kepadamu
Mengapa engkau begitu sulit memahami semua ini
melalui kata-kata, melalui perhatian, melalui doa kau kucintai
Hari ini aku menangis
tetapi tangisku bukan karena merindukanmu
Aku menangis karena dalam hati kecilku berharap
air mata ini dapat membasuh luka dihatiku
Namun tidak penting apa yang ku rasakan saat ini
bagaimana pun juga kau sudah tidak ada bersamaku
dan tidak akan pernah
Tidak ada yang dapat menghapus ingatan tentang dirimu
dan tidak ada yang mampu menyembuhkan luka kehilanganmu
Aku terkadang merindukan tatapanmu kepadaku
tetapi selalu saja sakit ketika tahu, tidak pernah ada cinta disana
dan aku terlalu lemah untuk terus berpura-pura
Jika kau membaca tulisan ini
lalu benakmu membisikkan namaku
Lihatlah siapa yang bersamamu saat ini
Apakah Cintanya sebesar Cintaku padamu..???
Bagaimanapun Semua Sudah Terlambat Untuk Kita...
( Untuk Semua Yang Diam-diam Mencintai Sahabatnya )
seseorang yang akan kau pilih untuk sehidup semati denganmu
aku yang pertama kali mendoakan kebahagiaanmu
tetapi ketahuilah aku bersedih karena kehilanganmu
Aku membenci semua kenangan bersamamu
aku membenci mengingat setiap waktu bersamamu
aku benci karena tidak dapat lupa semua kesukaanmu
aku membenci perasaanku kepadamu
Mengapa engkau begitu sulit memahami semua ini
melalui kata-kata, melalui perhatian, melalui doa kau kucintai
Hari ini aku menangis
tetapi tangisku bukan karena merindukanmu
Aku menangis karena dalam hati kecilku berharap
air mata ini dapat membasuh luka dihatiku
Namun tidak penting apa yang ku rasakan saat ini
bagaimana pun juga kau sudah tidak ada bersamaku
dan tidak akan pernah
Tidak ada yang dapat menghapus ingatan tentang dirimu
dan tidak ada yang mampu menyembuhkan luka kehilanganmu
Aku terkadang merindukan tatapanmu kepadaku
tetapi selalu saja sakit ketika tahu, tidak pernah ada cinta disana
dan aku terlalu lemah untuk terus berpura-pura
Jika kau membaca tulisan ini
lalu benakmu membisikkan namaku
Lihatlah siapa yang bersamamu saat ini
Apakah Cintanya sebesar Cintaku padamu..???
Bagaimanapun Semua Sudah Terlambat Untuk Kita...
( Untuk Semua Yang Diam-diam Mencintai Sahabatnya )
Sabtu, 25 Agustus 2012
Regenerasi
Moment Mudik, selalu spesial buat saya. Bukan hanya karena saya bertahun-tahun tidak bersua dengan keluarga namun juga karena perjalanan yang harus ditempuh selalu penuh cerita seru. Dan ini dia cerita untuk perjalanan mudik saya kali ini.
Saya umumnya mudik dua tahun sekali, sengaja saya atur jadwalnya dua tahun sekali agar tidak sama dengan Bang Toyib yang mudiknya tiga tahun sekali (oke ini Jayus), dan selama Mudik ditahun-tahun sebelumnya, bertemu dengan kawan-kawan sekampung halaman di atas Kapal adalah moment yang sangat membahagiakan. Perjalanan panjang mengarungi lautan menjadi tidak terasa ketika cerita-cerita masa lalu mengalir deras dalam canda tawa dengan sahabat-sahabat semasa SMA yang juga menimba ilmu di Kota-kota lainnya. Tetapi itu dulu. Tahun ini berbeda. Moment itu sudah tidak lagi ada. Yang ada saya sendirian, kesepian, dan merasa Tua,... Faakkk,...
Perjalanan dari Tanah Jawa menuju Makassar memang biasanya sepi, sejak dulu hanya tersisa sedikit saja pelajar dari Sulawesi yang melanjutkan pendidikan ke Tanah Jawa, ini karena pada dasarnya Pendidikan di Sulawesi juga sudah cukup memadai utamanya Institusi Pendidikan di Kota Makassar. Karena itulah dalam perjalanan dari Tanah Jawa ke Makassar saya tidak begitu memperhatikan hal ini. Setelah 24 Jam mengarungi lautan, sampailah kami di Pelabuhan Makassar. Dulu, beberapa tahun yang lalu, ketika penumpang yang notabene adalah Mahasiswa dari Sulawesi Tenggara naik di Pelabuhan Makassar, maka saya akan bertemu dengan banyak,... banyak,... banyaakkk sekali wajah-wajah yang saya kenal. Kawan-kawan semasa SMA,.. Lalu kami akan semalaman duduk, berkelompok, memenuhi koridor-koridor luar Kapal bercerita banyak sekali atau memainkan permainan kartu.
Dan sebenarnya malam ini saya merasakan hal yang sama. Cewek-cewek berjilbab dengan barang bawaannya yang banyak, duduk diantara lelaki-lelaki ceking, mereka semua mahasiswa. Berkelompok-kelompok, tertawa dan bercerita entah tentang apa. Sama persis seperti kami dulu. Wajah-wajah mereka begitu muda, tidak ada yang saya kenali, beda dengan beberapa tahun yang lalu. Tidak ada satu pun dari mereka yang menyapa, mengajak untuk duduk bersama mereka, dan saya kesepian.
Merasa Tua, merasakan Regenerasi itu terpampang dihadapan saya, dan merasa bahwa mungkin seharusnya ini bukan lagi tempat saya.
Mereka, yang muda, mengambil tempat kami dulu, melanjutkan cara kami dulu.
Dan saya hanya menyimpan kenangannya.
MINAL AIDHIN WAL FAIDZIN buat yang Mudik dan yang gak Mudik lagi,..
Saya umumnya mudik dua tahun sekali, sengaja saya atur jadwalnya dua tahun sekali agar tidak sama dengan Bang Toyib yang mudiknya tiga tahun sekali (oke ini Jayus), dan selama Mudik ditahun-tahun sebelumnya, bertemu dengan kawan-kawan sekampung halaman di atas Kapal adalah moment yang sangat membahagiakan. Perjalanan panjang mengarungi lautan menjadi tidak terasa ketika cerita-cerita masa lalu mengalir deras dalam canda tawa dengan sahabat-sahabat semasa SMA yang juga menimba ilmu di Kota-kota lainnya. Tetapi itu dulu. Tahun ini berbeda. Moment itu sudah tidak lagi ada. Yang ada saya sendirian, kesepian, dan merasa Tua,... Faakkk,...
Perjalanan dari Tanah Jawa menuju Makassar memang biasanya sepi, sejak dulu hanya tersisa sedikit saja pelajar dari Sulawesi yang melanjutkan pendidikan ke Tanah Jawa, ini karena pada dasarnya Pendidikan di Sulawesi juga sudah cukup memadai utamanya Institusi Pendidikan di Kota Makassar. Karena itulah dalam perjalanan dari Tanah Jawa ke Makassar saya tidak begitu memperhatikan hal ini. Setelah 24 Jam mengarungi lautan, sampailah kami di Pelabuhan Makassar. Dulu, beberapa tahun yang lalu, ketika penumpang yang notabene adalah Mahasiswa dari Sulawesi Tenggara naik di Pelabuhan Makassar, maka saya akan bertemu dengan banyak,... banyak,... banyaakkk sekali wajah-wajah yang saya kenal. Kawan-kawan semasa SMA,.. Lalu kami akan semalaman duduk, berkelompok, memenuhi koridor-koridor luar Kapal bercerita banyak sekali atau memainkan permainan kartu.
Dan sebenarnya malam ini saya merasakan hal yang sama. Cewek-cewek berjilbab dengan barang bawaannya yang banyak, duduk diantara lelaki-lelaki ceking, mereka semua mahasiswa. Berkelompok-kelompok, tertawa dan bercerita entah tentang apa. Sama persis seperti kami dulu. Wajah-wajah mereka begitu muda, tidak ada yang saya kenali, beda dengan beberapa tahun yang lalu. Tidak ada satu pun dari mereka yang menyapa, mengajak untuk duduk bersama mereka, dan saya kesepian.
Merasa Tua, merasakan Regenerasi itu terpampang dihadapan saya, dan merasa bahwa mungkin seharusnya ini bukan lagi tempat saya.
Mereka, yang muda, mengambil tempat kami dulu, melanjutkan cara kami dulu.
Dan saya hanya menyimpan kenangannya.
MINAL AIDHIN WAL FAIDZIN buat yang Mudik dan yang gak Mudik lagi,..
Selasa, 31 Juli 2012
About July
All About July, is Just an Unhappy Memories, I Hate To Write That Sh*t,... Thats All,...
Lets Prepare for Make Everything Better On This August,...
August Wish, Every Dream Come True,.. (^_^)
Lets Prepare for Make Everything Better On This August,...
August Wish, Every Dream Come True,.. (^_^)
Minggu, 01 Juli 2012
Semangat Monginsidi
Jangan takut melihat masa yang akan datang. Saya telah turut membersihkan jalan bagi kalian meskipun belum semua tenagaku kukeluarkan
Jangan berhenti mengumpulkan pengetahuan agar kepercayaan pada diri sendiri tetap ada dan juga dengan kepercayaan teguh pada Tuhan, janganlah tinggalkan Kasih Tuhan mengatasi segala-galanya
Apa yang saya bisa tinggalkan hanyalah rohku saja yaitu roh “setia hingga terakhir pada tanah air ‘ dan tidak mundur sekalipun menemui rintangan apapun menuju cita-cita kebangsaan yang ketat
Perjuanganku terlalu kurang, tapi sekarang Tuhan memanggilku, rohku saja yang akan tetap menyertai pemuda-pemudi…semua air mata, dan darah yang telah dicurahkan akan menjadi salah satu fondasi yang kokoh untuk tanah air kita yang dicintai Indonesia
Saya telah relakan diriku sebagai korban dengan penuh keikhlasan memenuhi kewajiban buat masyarakat kini dan yang akan datang, saya penuh percaya bahwa berkorban untuk tanah air mendekati pengenalan kepada Tuhan yang Maha Esa
SETIA HINGGA AKHIR DALAM KEYAKINAN
Jangan berhenti mengumpulkan pengetahuan agar kepercayaan pada diri sendiri tetap ada dan juga dengan kepercayaan teguh pada Tuhan, janganlah tinggalkan Kasih Tuhan mengatasi segala-galanya
Apa yang saya bisa tinggalkan hanyalah rohku saja yaitu roh “setia hingga terakhir pada tanah air ‘ dan tidak mundur sekalipun menemui rintangan apapun menuju cita-cita kebangsaan yang ketat
Perjuanganku terlalu kurang, tapi sekarang Tuhan memanggilku, rohku saja yang akan tetap menyertai pemuda-pemudi…semua air mata, dan darah yang telah dicurahkan akan menjadi salah satu fondasi yang kokoh untuk tanah air kita yang dicintai Indonesia
Saya telah relakan diriku sebagai korban dengan penuh keikhlasan memenuhi kewajiban buat masyarakat kini dan yang akan datang, saya penuh percaya bahwa berkorban untuk tanah air mendekati pengenalan kepada Tuhan yang Maha Esa
SETIA HINGGA AKHIR DALAM KEYAKINAN
Langganan:
Postingan (Atom)