Sabtu, 30 Juni 2012
Selasa, 29 Mei 2012
Suku Hariak (Bagian 1)
Tersebutlah sebuah suku bernama Suku Hariak. Menempati hutan-hutan menyongsong mentari terbit. Mereka sejak lama dikenal merupakan pribadi yang tertutup, sulit untuk menyatu dengan orang asing. Bukan karena angkuh, bukan sama sekali. Mereka memang sulit untuk menerima budaya baru. Bagi mereka, apa yang ditunjukkan oleh budaya asing itu banyak yang bertentangan dengan kebudayaan nenek moyang mereka. Aksara, Agama, Undang-undang, Uang, dan Teknologi adalah sesuatu yang asing dan rumit untuk dipahami. Orang-orang Hariak tidak paham tulisan-tulisan "Hutan Lindung" yang bertebaran mengelilingi kampung-kampung mereka. Mereka juga tidak paham mengapa tidak boleh menebang pohon untuk menambal gubuk-gubuk mereka, sementara tetua adat sudah memintakan ijin dari para roh penghuni pohon. Tetapi laki-laki berseragam mengusir mereka dan sekali waktu menembaki mereka dengan senjata yang meletus keras dan mengeluarkan api. Lalu orang-orang berdasi dan pekerja-pekerja mereka yang berasal dari segala macam tempat, datang membawa mobil-mobil besar, mengeruk tanah dan mengambil banyak bebatuan berwarna hitam. Orang-orang Hariak tidak peduli, toh batu-batu hitam itu juga bukan merupakan bahan makanan, mereka tidak paham bahwa Alam mereka telah dieksploitasi.
Para pekerja dari orang-orang berdasi lalu menebang pohon-pohon, dan mereka tidak meminta ijin pada roh-roh penghuninya. Sementara orang-orang berseragam dan membawa senjata mengawasi dan menjaga mereka. Beberapa pemuda suku Hariak mencoba mengingatkan tentang kemarahan roh penghuni, tetapi mereka malah dipukuli dan diancam akan ditembak. Lalu tetua adat yang bijaksana memutuskan untuk pindah. Mereka akan masuk mencari tempat kedalam Hutan yang lebih jauh. Agar anak-anak bayi mereka bisa tertidur nyenyak tanpa gangguan bising kendaraan. Para pemuda Hariak banyak yang tidak setuju, menurut mereka itu adalah tanah nenek moyang mereka, hak mereka, warisan mereka yang harus dipertahankan. Tapi tetua adat berpendapat lain, bahwa tanah itu dimana pun berada sama saja, hutan menyediakan tempat untuk hidup dan mencari makanan, selama masih ada tepian yang tanahnya subur dan sungai yang airnya mengalir deras maka kehidupan juga akan terus berjalan. Tanah itu milik Sang Pencipta, dan orang-orang berdasi, para pekerja asing, dan orang-orang berseragam yang kejamnya minta ampun itu mungkin memiliki takdir untuk mengolah tanah tersebut. Lalu orang-orang Hariak pun berpindah, tua dan muda melakukan perjalanan, masuk mencari Hutan yang lebih tenang, mencari tepian subur lainnya, mengikuti alur sungai, sembari wanita-wanitanya mendendangkan doa-doa meredakan tangisan balita dalam pelukannya.
Bertahun-tahun kemudian, orang-orang berdasi semakin banyak, para pekerjanya juga semakin memenuhi Hutan, beranak pinak membentuk dusun-dusun mereka sendiri. Hutan semakin menghilang, dan para penjaganya yang berseragam itu justru menyembah-nyembah setiap kali orang-orang berdasi datang dengan mobil-mobil mereka. Suku Hariak sudah berkali-kali pindah. Pemuda-pemudanya mulai lelah dengan kebiasaan itu. Mereka semakin sering berpindah-pindah seirama dengan Hutan-hutan yang terus menerus hilang. Hewan buruan juga semakin sulit didapat. Tepian sungai jarang yang bisa ditempati. Pelabuhan-pelabuhan Kayu milik orang-orang berdasi bertebaran disepanjang aliran Sungai. Tetapi mereka tidak paham apa yang harus mereka lakukan. Seumur hidup dalam sejarah suku Hariak tidak sekalipun mereka pernah berperang. Mereka hanya terus berusaha menghindar, meskipun pilihan itu tampaknya semakin sulit. Sang Tetua Suku yang baru juga tahu apa yang harus mereka lakukan, mereka hanya ingin mencari ketenangan, melanjutkan khidupan sedrhana mereka, meskipun harus berpindah tempat lagi. Setelah sekian lama bersahabat dengan Alam dan terisolasi didalam Hutan mereka yang tenang dan damai, orang-orang Hariak tidak pernah tahu bahwa ada jenis manusia yang serakah, yang dilahirkan dengan sifat perusak, dan mengancam keberadaan mereka, suku mereka, kebiasaan mereka, dan alam tempat tinggal, hutan juga sungai mereka.
Bersambung....
Bersambung....
Selasa, 08 Mei 2012
JOMBLO ITU LEBIH MERDEKA
Terkadang ada yang bertanya dengan nada menghina kepada orang yang memilih untuk masih sendiri,...
"Kamu masih Jomblo Yah...???" acapkali kita temui, seakan menghakimi kesendirian seseorang,...
Dan saya pribadi juga sering kali merasakan langsung,...
Bagaimana perasaan saya...??? Kecewa kah...??? Sedih kah..??? Marah kah...???
Sejujurnya perasaan saya biasa saja jika dihadapkan dengan pertanyaan demikian....
Saya cenderung lebih tertarik mengintip motivasi seseorang ketika menanyakan pertanyaan tersebut.
Menurut saya ada beberapa hal yang mendasari hadirnya pertanyaan tersebut, bergantung pada siapa dan bagaimana keadaan hubungan percintaan yang sedang dijalaninya.
Misalnya jika yang bertanya itu adalah orang yang anda ketahui sebenarnya ia juga Jomblo,... Maka percayalah, orang ini sebenarnya sedang mencari sekutu yang senasib dengannya, sehingga dapat menjadi penyejuk atau pembenaran bagi kesendiriannya.
Atau jika yang bertanya adalah lawan jenis yang juga Jomblo, maka kemungkinanan besar (belum pasti juga, jangan ke-GeeR-an dulu) dia sebenarnya mencoba membangun komunikasi dengan anda untuk mencari tau apakah bisa nyambung untuk kemudian sama-sama mengakhiri masa Jomblo.
Tapi jika yang bertanya adalah orang yang sudah memiliki pasangan,.... maka berbanggalah,...(^__^)
Karena percaya deh, sebahagia apapun hubungan yang mereka jalani, pasti ada sedikit kerinduan didalam benak mereka akan indahnya masa-masa penantian dalam kesendirian itu.
Jadi kalau ada pertanyaan "Kamu masih Jomblo yah..??!!" Itu sebenarnya terselip didalamnya pertanyaan "Kamu masih Merdeka yah..???!!"
Karena bagaimanapun juga, Komitmen dengan seseorang secara tidak langsung membuat anda memberikan sebagian kebebasan anda sebagai kompensasi untuk ikatan emosi tersebut. Dan ini bersifat sukarela, ketika kita memilih untuk menyayangi seseorang, memutuskan untuk membangun hubungan asmara, maka disaat yang sama anda akan menerima konsekuensi tersebut, yaitu menjadi tidak sebebas sebelumnya.
Jadi selama anda masih Jomblo, maka nikmati saja. meskipun memang terkadang kita dihampiri oleh perasaan kesepian, anggaplah itu sebagai kompensasi untuk perasaan bebas. Karena Insya Allah, anda tidak akan selamanya sendiri....
Suatu saat Jantung anda akan berdetak kencang ketika memandang senyum seseorang, lalu pedih akan mendera ketika berpisah dengan senyuman itu, sehingga anda akan takluk pada pesona nya dan merelakan Kemerdekaan anda terenggut untuk mendapatkan senyuman itu selama sisa hidup anda.
Saat itu sudah terjadi (anda telah memiliki tambatan hati), lantas anda bertemu dengan seseorang yang Jomblo,... ingatkan diri anda, bahwa meskipun kesepian, ia sebenarnya memiliki kemerdekaan yang lebih mutlak dibandingkan kemerdekaan yang anda miliki,...
Jadi kalau ada pertanyaan "Kamu masih Jomblo yah..??!!" Itu sebenarnya terselip didalamnya pertanyaan "Kamu masih Merdeka yah..???!!"
Karena bagaimanapun juga, Komitmen dengan seseorang secara tidak langsung membuat anda memberikan sebagian kebebasan anda sebagai kompensasi untuk ikatan emosi tersebut. Dan ini bersifat sukarela, ketika kita memilih untuk menyayangi seseorang, memutuskan untuk membangun hubungan asmara, maka disaat yang sama anda akan menerima konsekuensi tersebut, yaitu menjadi tidak sebebas sebelumnya.
Jadi selama anda masih Jomblo, maka nikmati saja. meskipun memang terkadang kita dihampiri oleh perasaan kesepian, anggaplah itu sebagai kompensasi untuk perasaan bebas. Karena Insya Allah, anda tidak akan selamanya sendiri....
Suatu saat Jantung anda akan berdetak kencang ketika memandang senyum seseorang, lalu pedih akan mendera ketika berpisah dengan senyuman itu, sehingga anda akan takluk pada pesona nya dan merelakan Kemerdekaan anda terenggut untuk mendapatkan senyuman itu selama sisa hidup anda.
Saat itu sudah terjadi (anda telah memiliki tambatan hati), lantas anda bertemu dengan seseorang yang Jomblo,... ingatkan diri anda, bahwa meskipun kesepian, ia sebenarnya memiliki kemerdekaan yang lebih mutlak dibandingkan kemerdekaan yang anda miliki,...
![]() |
| Jomblo itu juga bisa berarti Merdeka, bergantung sudut pandang |
Jumat, 13 April 2012
Happy Birthday To Me
Alhamdulillah,...
Terima kasih Ya Allah, untuk usia yang Engkau berikan,.,.
Ulang Tahun paling Sepi selama beberapa tahun terakhir,...
Ucapan selamat hanya datang dari 10 orang,...
But Its Okay,...
Ternyata ketergantungan kita terhadap teknologi
untuk mengingatkan sesuatu yang spesial semakin akut,...
Seakan kita menyerahkan sepenuhnya pada Jejaring Sosial,...
Untuk membangun interaksi sosial semu,...
Terima Kasih untuk yang menyempatkan diri mengingat Hari Spesial ini,....
Semoga saya juga bisa mengingat Hari spesial kalian,...
Tanpa Bantuan Jejaring Sosial,...
Sekali lagi,... Selamat Ulang Tahun Arie,...
Tetap Semangat membawa kebahagian pada orang-orang disekitarmu,...
Tahun ini harus bikin bangga Orang Tua,...
Harus jadi Sarjana,.. Sarjana Teknik,.. Ciyeehh,....
Insya Allah,... Amien Ya Allah,...
Terima kasih Ya Allah, untuk usia yang Engkau berikan,.,.
Ulang Tahun paling Sepi selama beberapa tahun terakhir,...
Ucapan selamat hanya datang dari 10 orang,...
But Its Okay,...
Ternyata ketergantungan kita terhadap teknologi
untuk mengingatkan sesuatu yang spesial semakin akut,...
Seakan kita menyerahkan sepenuhnya pada Jejaring Sosial,...
Untuk membangun interaksi sosial semu,...
Terima Kasih untuk yang menyempatkan diri mengingat Hari Spesial ini,....
Semoga saya juga bisa mengingat Hari spesial kalian,...
Tanpa Bantuan Jejaring Sosial,...
Sekali lagi,... Selamat Ulang Tahun Arie,...
Tetap Semangat membawa kebahagian pada orang-orang disekitarmu,...
Tahun ini harus bikin bangga Orang Tua,...
Harus jadi Sarjana,.. Sarjana Teknik,.. Ciyeehh,....
Insya Allah,... Amien Ya Allah,...
Rabu, 14 Maret 2012
OUR FIRST "STAND UP NITE"
Sebelas Maret kemarin menjadi hari yang bersejarah. Bukan saja bertepatan dengan peringatan Supersemar, tetapi karena pada hari itu, Stand Up Nite untuk pertama kalinya dihelat di Kota Malang. Adalah komunitas Stand Up Indo Malang yang menjadi penggagas event ini. Dengan dukungan berbagai pihak, event ini pun dapat terselenggara dengan lancar.
Lebih dari tiga ratus lima puluh audience pencinta Stand up Comedy memenuhi ruangan seminar Gedung PPI Universitas Merdeka Malang. Menampilkan sepuluh orang Comic Lokal Malang dan dua Guest Star dari Stand Up Comedy Indo, event ini sukses menampilkan hiburan alternatif yang luar biasa meriah.
Acara dibuka tepat pukul 19.00 WIB dengan lantunan lagu dari duo akustik Knee And Toes sementara kesepuluh Comic lokal menantikan saat-saat yang penuh ketegangan untuk menampilkan kemampuannya menyampaikan materi Komedi. Beberapa saat kemudian, MC Gading Aulia mengumumkan penampilan Comic yang pertama Fajar Ardiansyah dan aksinya berhasil memecah tawa di panggung Stand Up Nite. Dilanjutkan dengan penampilan Fajri Arma Erik S yang juga merupakan mahasiswa Universitas Merdeka. Alhasil suasana dalam ruang pertunjukan kembali dipenuhi gemuruh tawa. It's Awesome...!!!
Dan kemudian tibalah giliran saya berdiri diatas panggung Stand Up Nite, 350 lebih audience membuat perut melilit dipenuhi perasaan Nervous. Saatnya melakukan yang terbaik. Mengeksplorasi materi komedi yang telah dipersiapkan sejak beberapa hari. Alhamdulillah, pertunjukkan berhasil. Tidak ada materi yang terlewat meskipun waktu 10 menit terasa begitu cepat berlalu. Tawa penonton yang terus bergemuruh memacu adrenaline untuk memberikan pertunjukkan yang terbaik. Audience yang sangat luar biasa.
Malam kian larut tetapi pertunjukan belum berakhir. Selanjutnya Yoel Yaspier dan Firstyo membawa tawa yang meriah didalam ruangan pertunjukkan. Setelah diselingi oleh dua lantunan lagu dari Knee And Toes, pertunjukkan Stand Up Nite kembali dihelat. Berturut-turut Wawan Saktiawan, Tyok Setyo, Yuda Wicaksono, Yuli Queen, dan Bayu Sidharta menghadirkan gelak tawa. Suasana terus memanas tetapi animo Audiens tidak juga surut. Sesi kedua ditutup dengan Launching StandUpIndo_MLG oleh Guk Sueb sang Admin dan sekaligus co-founder.
Dan tibalah penampilan Guest Star, yang merupakan moment puncak pertunjukan Stand Up Nite. Tepuk tangan riuh mengiri penampilan Reggy Hasibuan sang Guest Star kita yang pertama. Materi Komedi dalam bahasa Indonesia menjadi pembuka penampilannya. Tawa semakin pecah ketika materi dalam Bahasa Inggris dieksplorasi diatas panggung pertunjukkannya. Cara presentasi yang sederhana dan ditunjang dengan Act out yang memukau, sukses membuat penonton tidak kuasa menahan gelak tawa..., Sempurna..!!! Lalu Ernest Prakasa Guest Star Stand Up Nite kita selanjutnya. Tiga besar dalam salah satu Kompetisi Stand Up Comedy Indonesia ini sukses memukau para audiens. Derai tawa seperti enggan mereda memenuhi seluruh ruangan. Keseluruhan rangkaian pertunjukkan Stand Up Nite ini pada akhirnya mencapai klimaksnya. Ketika segenap pengisi acara, Duo Akustik Knee And Toes, MC Gading Aulia, Kesepuluh Comic pembuka, dan Guest Star menghaturkan penghormatan kepada audiens, gegap gempita standing applause menggemuruh dalam ruang pertunjukkan.
Stand Up Nite pertama telah sukses digelar. Euforia nya masih terasa hingga beberapa waktu. Bahagia bisa terlibat dalam event menakjubkan seperti ini. Terima kasih untuk segenap pendukung acara, untuk panitia pelaksana dari Stand Up Indo Malang yang telah bekerja keras, spesial untuk Daniel Aryz yang telah banyak memberikan kontribusi, kerjasama yang luar biasa dari saudara Ketua BEMU Ian Irianto dan teman-teman BEM Universitas Merdeka Malang, juga sahabat-sahabat Stand Up On Campus dan Stand up UMM, berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, dan tentu saja para Audiens pencinta Stand Up Comedy Malang dengan apresiasinya yang luar biasa. Semoga kami dapat kembali memberikan persembahan terbaik kami.
Stand Up Nite pertama telah sukses digelar. Euforia nya masih terasa hingga beberapa waktu. Bahagia bisa terlibat dalam event menakjubkan seperti ini. Terima kasih untuk segenap pendukung acara, untuk panitia pelaksana dari Stand Up Indo Malang yang telah bekerja keras, spesial untuk Daniel Aryz yang telah banyak memberikan kontribusi, kerjasama yang luar biasa dari saudara Ketua BEMU Ian Irianto dan teman-teman BEM Universitas Merdeka Malang, juga sahabat-sahabat Stand Up On Campus dan Stand up UMM, berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, dan tentu saja para Audiens pencinta Stand Up Comedy Malang dengan apresiasinya yang luar biasa. Semoga kami dapat kembali memberikan persembahan terbaik kami.
# SALAM SATU TAWA #
Langganan:
Postingan (Atom)

