Sabtu, 19 Maret 2016

KEADILAN, JALAN MENUJU TUHAN

Mengapa agama-agama besar diturunkan?
Bagi saya salah satunya, adalah demi keadilan.

Bukankah Musa diturunkan untuk membela Bani Israel dari ketidakadilan Fir'aun?  Yang membunuh setiap bayi laki-laki dari keturunan Israel.
Bukankah Jesus Kristus diturunkan untuk membela Bani Israel dari ketidakadilan Herodes? Yang membinasakan semua bayi laki-laki di Beetlehem.
Bukankah Muhammad SAW, diturunkan salah satunya untuk meluruskan ketidakadilan yang dilakukan oleh Kaum Kafir Qurais? Yang mengubur hidup-hidup Bayi Perempuannya.

Lalu mengapa kita memandang keadilan dengan sebelah mata, ketika bahkan Tuhan sekalipun menurunkan utusannya untuk menghentikan ketidakadilan.

Saya menyukai konsep ideologi Pancasila. Tetapi saya melihat Pancasila sebagai Dasar Negara kita yang ditulis dari Sila Pertama hingga Sila Kelima, untuk mewujudkannya harus dimulai dari bawah, dari Sila Kelima menuju Sila Pertama.

Kita harus menjamin bahwa keadilan sosial telah diwujudkan, setidaknya dimulai dari pikiran dan nurani kita sendiri. Tuan Besar Pramoedya pun telah mengatakan baiknya kita berlaku adil sejak dalam pikiran. Sejak dalam pikiran.

Lalu tanyakan pada diri kita masing-masing, sudahkah kita berusaha adil selama ini?

Yang saya lihat banyak yang berlindung dibalik Sila Pertama untuk menindas setiap yang berbeda pandangan dengan mereka. Tidak peduli makna kemanusiaan, yang adil dan beradab. Tidak melihat persatuan dan kesatuan bangsa sebagai sesuatu yang penting. Tidak mengindahkan makna hikmah kebijaksanaan. Dan terutama tidak peduli makna keadilan sosial.

Menindas kaum minoritas, menolak pemimpin yang tidak seagama,  memecah belah bangsa dengan menyebarkan kebencian terhadap suku dan agama tertentu, tidak pernah peduli dengan nasib orang yang mereka akui sebangsa. Mereka merasa cukup hanya dengan Sila Pertama saja. Ketika mereka merasa ber-Tuhan.

Pertanyaannya, akankah Tuhan menerima kita jika membiarkan ketidakadilan?

Mengapa Pancasila harus diwujudkan dari bawah?
Karena saya percaya, keadilan adalah jalan terbaik untuk menemui Tuhan.

Salam,...



6 komentar:

  1. Balasan
    1. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Ki Witjaksono atas bantuan dana ghaibnya kini kehidupan ku lebih jauh dari sebelumnya dan itu semua berkat Ki Witjaksono bagi saudara-saudara yang mau di bantu sama Ki Witjaksono silahkan hubungi: 0852_2223_1459.
      selengkapnya KLIK-> PESUGIHAN TANPA TUMBAL

      Hapus
    2. Hari ini saya ingin mengunkapkan tentang perjalanan hidup saya,karna masalah ekonomi saya selalu dililit hutang bahkan perusahaan yang dulunya saya pernah bagun kini semuanya akan disitah oleh pihak bank,saya sudah berusaha kesana kemari untuk mencari uang agar perusahaan saya tidak jadi disitah oleh pihak bank dan akhirnya saya nekat untuk mendatangi paranormal yang terkenal bahkan saya pernah mengikuti penggandaan uang dimaskanjeng dan itupun juga tidak ada hasil yang memuaskan dan saya hampir putus asa,,akhirnya ketidak segajaan saya mendengar cerita orang orang bahwa ada paranormal yang terkenal bisa mengeluarkan uang ghaib atau sejenisnya pesugihan putih yang namanya Mbah Rawa Gumpala,,,akhirnya saya mencoba menhubungi beliau dan alhamdulillah dengan senan hati beliau mau membantu saya untuk mengeluarkan pesugihan uang ghaibnya sebesar 10 M saya sangat bersyukur dan berterimakasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala berkat bantuannya semua masalah saya bisa teratasi dan semua hutang2 saya juga sudah pada lunas semua,,bagi anda yang ingin seperti saya dan ingin dibabtu sama Mbah silahkan hubungi 085 316 106 111 saya sengaja menulis pesan ini dan mempostin di semua tempat agar anda semua tau kalau ada paranormal yang bisah dipercaya dan bisa diandalkan,bagi teman teman yang menemukan situs ini tolong disebar luaskan agar orang orang juga bisa tau klau ada dukun sakti yg bisa membantuh mengatasi semua masalah anda1.untuk lebih lengkapnya buka saja blok Mbah karna didalam bloknya semuanya sudah dijelaskan PESUGIHAN DANA GHAIB TANPA TUMBAL

      Hapus
  2. bg arrie.. saya suka tulisan ini.
    ijin copas untuk disebarkan ke kompasiana.

    salam NKRI

    BalasHapus