Sabtu, 01 Oktober 2016

MARI MEMELUK PAPUA

BERHENTILAH MEMBANGGAKAN PARAS WAJAH DAN MELUPAKAN REALITA, BANGSA KITA INI SEHARUSNYA BISA LEBIH BAIK DARI ITU.

Alasan saya bereaksi keras dengan berita yang mengangkat statement diplomat cantik yang memberi tanggapan seputar isu HAM di Papua dalam Sidang Umum PBB, tidak lain karena saya mencintai Indonesia, saya Orang Indonesia, tapi dalam waktu yang bersamaan saya juga merasa punya tanggung jawab moral untuk Orang Papua, karena sebagai sesama Bangsa Indonesia, saya merasa hak-hak Orang Papua justru sedang kita kesampingkan melalui pernyataan itu. Enam Negara Pasifik tersebut hanyalah pemantik, sikap kitalah yang menentukan apakah kita memang benar-benar peduli dengan kondisi di Papua atau tidak.

Saya sepenuhnya tidak sepakat dengan apa yang disampaikan oleh diplomat cantik itu, terutama pada bagian yang menyatakan "Komitmen Indonesia terhadap HAM, tidak perlu dipertanyakan lagi", yang kemudian dilanjutkan dengan pembeberan fakta-fakta bahwa negara kita telah terlibat berbagai organisasi yang terkait dengan HAM dalam berbagai level baik di dalam negeri maupun level internasional. Keterlibatan negara kita dalam berbagai organisasi dunia itu tidak lantas menjadi pertanda keseriusan kita dalam menangani permasalahan HAM. Apalagi mengenai Papua, sedemikian banyak laporan tindak pelanggaran HAM yang sampai sekarang terus menerus terjadi. Yang paling terngiang adalah penembakan 4 orang warga di Paniai Papua. Dan tidak hanya menimpa warga sipil, kekerasan demi kekerasan juga terus menghantui aparat yang bertugas di Papua. Korban yang terus berjatuhan baik di pihak aparat hukum maupun sipil ini, apakah tidak perlu kita pertanyakan?

Tentu saja saya mengapresiasi dan mendukung sikap Diplomat Cantik kita itu yang tidak mau negara lain mencampuri urusan dalam negeri kita. Tetapi tentu saja tetap harus berdiri diatas kebenaran dan tujuan yang baik. Meskipun pada dasarnya urusan Hak Asasi Manusia itu tidak selayaknya dibatasi oleh wilayah teritorial. Jika ada hak-hak manusia lain yang tertindas nasibnya, maka di manapun kita berada tentu sebagai sesama manusia akan bersikap. Palestina misalnya, banyak negara diseluruh dunia yang juga menunjukkan sikapnya untuk mendorong pihak-pihak yang terkait dengan konflik kemanusiaan di Palestina agar segera menemukan penyelesaian. Bahkan termasuk Indonesia sendiri. Tapi tentu saja, pilihan komunikasi dalam menunjukkan sikap diplomasi mutlak di tangan perwakilan kita tersebut, termasuk Diplomat Cantik kita ini. Saya sepenuhnya mendukung itu.

Tetapi yang kemudian harus dipertimbangkan adalah dampaknya di dalam negeri. Bagaimana kemudian penerimaan publik kita sendiri terhadap pernyataan tersebut, utamanya saudara-saudara sebangsa kita yang berada di Papua. Banyak sahabat saya di Papua yang memprotes keras dan menyayangkan statement tersebut. DAN MEREKA BUKAN OPM, SEPARATIS, ATAU AKTIVIS DALAM ORGANISASI KEMERDEKAAN PAPUA MANAPUN, BUKAN. Mereka sama seperti saya, adalah orang yang peduli dan berusaha mengikuti perkembangan di Papua dari tahun ke tahun. Mengatakan pada masyarakat dunia," Komitmen negara kita terhadap permasalahan HAM tidak perlu dipertanyakan lagi", tentu saja tidak sejalan dengan kenyataan yang hari ini kita temui di lapangan. Banyak kasus pelanggaran HAM yang sampai sekarang tidak jelas ujungnya akan seperti apa. Apakah keterlibatan negara kita dalam berbagai organisasi Hak Asasi Manusia itu lantas dapat dijadikan keabsahan bagi komitmen negara dalam mengusut kasus HAM? Coba bawa jawaban Diplomat Cantik kita itu, disampaikan juga ke hadapan ibu-ibu dan bapak-bapak yang selama bertahun-tahun melakukan aksi kamisan di depan Istana Negara. Apakah mereka juga akan sepakat dengan Diplomat Cantik kita itu bahwa komitmen negara terhadap masalah HAM tidak perlu dipertanyakan lagi?

Statement tersebut, dalam kacamata saya terlihat sebagai upaya untuk menutupi, menafikkan, dan menyangkal adanya tindakan pelanggaran HAM di Papua. Dan menimbang fakta yang ada di lapangan, saya sepenuhnya menyadari keresahan kawan-kawan saya di sana. Lalu muncul tanggapan para netizen, "lihatlah Papua sekarang, pembangunan terus digalakkan, jangan lihat jeleknya saja dong, hargai usaha pemerintah". Ini tidak nyambung. Saya sangat mendukung dan menghargai upaya Presiden Jokowi dalam membangun infrastruktur di Kawasan Indonesia Timur saat ini. Belum ada Presiden yang secara real peduli dan turun tangan langsung mengikuti perkembangan pembangunan di Kawasan Indonesia Timur seperti halnya Pak Jokowi, belum ada. Tetapi permasalahan HAM ini adalah hal yang berbeda. Banyak yang harus kita pertanyakan, banyak. Dan jawabannya bukanlah pembangunan infrastruktur. Itu dua hal yang berbeda.

Saya sebagai salah seorang rakyat Indonesia, memutuskan untuk mengambil posisi tidak sepakat dengan statement Diplomat Cantik kita itu. Kenapa? Karena saya jauh lebih peduli terhadap keutuhan NKRI daripada termakan provokasi 6 negara pasifik itu. Saya tahu pasti banyak yang terluka jiwa dan raganya di Papua dengan kondisi yang terjadi selama sekian tahun di sana. Aparat dan masyarakat sipil, keduanya adalah korban yang terjebak dalam situasi yang tidak menguntungkan di Papua. Hak Asasi Manusia mereka terancam dan terenggut selama bertahun-tahun. Banyak yang harus kita pertanyakan terkait isu HAM di Papua, banyak.

Statemen itu seharusnya melukai perasaan kita, jika kita benar peduli dengan isu HAM, tidak hanya di Papua, tetapi di Indonesia secara keseluruhan.

Khusus untuk Papua, saya merasa bahwa sebagai sesama anak bangsa kita sebaiknya jauh lebih peduli. Enam negara pasifik berbicara tentang Papua, kemudian negara langsung bereaksi keras. Tetapi ketika bangsa kita sendiri yang menyuarakan hal tersebut, lebih sering hanya menjadi angin lalu. Rekomendasi Tim Pencari fakta yang menyelidiki kasus-kasus pelanggaran di Papua saja sampai hari ini tidak jelas nasibnya bagaimana. Dari sekian banyak kasus yang direkomendasikan, tercatat baru dua kasus yang diajukan ke Mahkamah Peradilan. Masih banyak yang terabaikan. Kita tidak butuh negara-negara pasifik itu untuk mengingatkan kita, sudah seharusnya. Dengan catatan kita memang ingat dan peduli.

Saya ini bukan Orang Asli Papua. Tetapi saya mencintai Papua dengan segenap jiwa dan raga saya. Saya bersyukur bahwa Papua adalah bagian dari Indonesia, sehngga sebagai rakyat Indonesia maka saya berhak untuk bahagia mencintai dan membanggakan Papua sebagai bagian dari bangsa saya. Saya merasa bahwa Papua adalah kepribadian saya juga. Menakutkan mengikuti perkembangan belakangan ini, yang menunjukkan semakin menguatnya dorongan dan pergerakan yang menginginkan Papua untuk bisa melepaskan diri dari Indonesia. Jika hal itu sampai terjadi maka saya adalah salah satu orang yang akan merasa sangat sedih dan kehilangan. Saya berharap akan bisa terus menjadi bagian dan membanggakan Papua karena kita memang sebangsa dan setanah air. Dan ini tidak bisa kita capai dengan mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dipertanyakan terkait masalah HAM di sana. Kita tahu pasti ada banyak luka di sana. Aparat dan Warga Sipil kita masih hidup dalam kekhawatiran dan saling curiga. Kita tidak boleh menutup mata dengan itu semua. Mari memeluk Papua dengan perasaan sayang. Mengaminkan bahwa memang ada banyak kesalahan masa lampau yang sampai sekarang belum bisa kita ungkap dan sembuhkan. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai berbagai insiden yang terjadi terkait dengan permasalahan HAM di sana.

Banyak kalangan masyarakat yang membanggakan kehadiran diplomat muda, perempuan, cantik, dianggap membungkam kepala negara lain. Bahkan tokoh sekelas Addie MS, yang saya tahu peduli dengan permasalahan Hak Asasi Manusia entah kenapa juga membanggakan Diplomat Cantik tersebut. Apakah tidak menyadari isi dari statement Diplomat Cantik tadi ini, juga mencakup pengingkaran terhadap lemahnya komitment negara dalam mengusut kasus Hak Asasi Manusia. Saya yakin kita semua tahu itu, bahwa realitanya tidak seperti yang dikatakan oleh Diplomat Cantik ini. Komitmen negara kita terhadap permasalahan HAM terus menjadi pertanyaan besar sampai saat ini. Lalu kenapa kita harus membanggakan kehadiran sosok Diplomat Cantik tadi ini? Karena dia muda dan cantik? Bangsa kita ini memang mudah terbawa arus. Membanggakan hal-hal yang tidak semestinya. Bukannya menyimak apa yang diplomat itu sampaikan malah membanggakan kecantikannya. Semakin banyak yang membanggakan Diplomat Cantik dan Statementnya itu, menunjukkan semakin banyak yang setuju bahwa "Komitmen Negara terhadap permasalahan tidak perlu dipertanyakan lagi", sementara kita tahu realitanya tidak demikian, maka tidak perlulah terlalu berbangga hati. Pernyataan itu menyakiti sebagian dari kita, pernyataan itu tidak sesuai kenyataan, pernyataan itu hanya berisi arogansi dan ketidak-pedulian terhadap Hak Asasi Manusia di Papua, jangan menumpuk kekecewaaan dengan membanggakan itu semua.

Saya cukup muak melihat respon media kita terhadap kehadiran Diplomat Cantik tersebut. Berbagai media yang memberitakan, seakan sulit untuk tidak menambahkan predikat "Cantik" kepada Diplomat tersebut. Bukan salah dia tentu saja, media kitalah yang seperti itu. Tetapi itu mungkin karena memang masyarakat kita juga lebih tertarik ketika predikat-predikat itu disertakan. Dan karena paras cantik itu, kita terkadang lalai dengan isi yang disampaikan, padahal mungkin saja suara yang mereka sampaikan itu bertentangan dengan suara hati kita. Kita sebaiknya berhenti merayakan paras wajah dan melupakan realita yang terjadi. Jangan sampai keteledoran dan ketidak dewasaan dalam berkomunikasi tersebut justru semakin menjauhkan Papua dari pelukan kita. Apalah artinya membungkan enam negara pasifik, jika kemudian membuat saudara kita sendiri meneriakkan ketidak adilan karena merasa pelanggaran terhadap hak Asasi Manusia yang terjadi di sekitarnya tidak diakui dan tidak dipedulikan. Banyak pertanyaan mengenai komitmen negara kita terhadap HAM, kita harus pahami itu. Dan jangan sekedar bicara keabsolutan teritorial, Papua bukan hanya sebuah wilayah. Papua adalah manusia, kebudayaan, kehidupan, keluarga, dan Anak Bangsa kita. Mari memeluk mereka.


Merayakan Paras Wajah, Lupa Dengan Realita
Samapai kapan kita akan terus menerus merayakan paras wajah dan lupa dengan apa yang disampaikan







83 komentar:

  1. Media menyampaikan apa yg ingin didengar. Kepedulian hanyalah milik minoritas. Suara lantang meneriakkan ketidakadilan hanya akan tersapu oleh tiupan angin. Setidaknya, kita mengingatkan diri sendiri bahwa kita masih berdiri di garis kebenaran. Dan hanya bisa berharap "revolusi mental" benar2 menggerogoti sebagian besar rakyat Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Ki Witjaksono atas bantuan dana ghaibnya kini kehidupan ku lebih jauh dari sebelumnya dan itu semua berkat Ki Witjaksono bagi saudara-saudara yang mau di bantu sama Ki Witjaksono silahkan hubungi: 0852_2223_1459.
      selengkapnya KLIK-> PESUGIHAN TANPA TUMBAL

      Hapus
    2. Hari ini saya ingin mengunkapkan tentang perjalanan hidup saya,karna masalah ekonomi saya selalu dililit hutang bahkan perusahaan yang dulunya saya pernah bagun kini semuanya akan disitah oleh pihak bank,saya sudah berusaha kesana kemari untuk mencari uang agar perusahaan saya tidak jadi disitah oleh pihak bank dan akhirnya saya nekat untuk mendatangi paranormal yang terkenal bahkan saya pernah mengikuti penggandaan uang dimaskanjeng dan itupun juga tidak ada hasil yang memuaskan dan saya hampir putus asa,,akhirnya ketidak segajaan saya mendengar cerita orang orang bahwa ada paranormal yang terkenal bisa mengeluarkan uang ghaib atau sejenisnya pesugihan putih yang namanya Mbah Rawa Gumpala,,,akhirnya saya mencoba menhubungi beliau dan alhamdulillah dengan senan hati beliau mau membantu saya untuk mengeluarkan pesugihan uang ghaibnya sebesar 10 M saya sangat bersyukur dan berterimakasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala berkat bantuannya semua masalah saya bisa teratasi dan semua hutang2 saya juga sudah pada lunas semua,,bagi anda yang ingin seperti saya dan ingin dibabtu sama Mbah silahkan hubungi 085 316 106 111 saya sengaja menulis pesan ini dan mempostin di semua tempat agar anda semua tau kalau ada paranormal yang bisah dipercaya dan bisa diandalkan,bagi teman teman yang menemukan situs ini tolong disebar luaskan agar orang orang juga bisa tau klau ada dukun sakti yg bisa membantuh mengatasi semua masalah anda1.untuk lebih lengkapnya buka saja blok Mbah karna didalam bloknya semuanya sudah dijelaskan PESUGIHAN DANA GHAIB TANPA TUMBAL

      Hapus
  2. ikut komen sedikit yaa...

    cantik adalah gimmick media, karena kita semua tau bahwa berita di Indonesia (atau mungkin di dunia) tidak akan dilirik apabila tidak ada gimmick... Dan saya rasa gimmick tersebut lingkaran setan dari tingkat kepedulian penerima informasi di Indonesia yang lebih mengutamakan hal-hal berbau "sensasi" di kulit daripada isinya. Kita mau marah ? susah bro.... karna dari kecil kita semua terdidik untuk hal itu... Hanya sedikit orang yang bisa merubah pola pikirnya untuk melihat dari hulu ke hilir, Cara merubahnya ? minimalnya dari kita yang bisa mencoba mengajarkan pola pikir luas ke lingkungan terdekat, hingga lingkungan yang lebih luas lagi. Pelan-pelan dan sabar... karna tidak ada perubahan yang instan untuk suatu hal yang lebih baik =)

    ok lanjut ke sisi pemberitaan, pertanyaan saya sederhana... sejauh mana hak asasi manusia berjalan lurus dengan stabilitas negara ? karena hak asasi saya belum tentu sama dengan hak asasi mereka, begitupun sebaliknya... hehehe Coba deh bro tonton film Hero yang mainnya si Jet Lee. Film itu yang bikin gwa berfikir secara luas mengenai apa arti dari negara, dan arti dari manusia.

    mungkin apa yang gwa sampaikan ini malah menambah pemikiran-pemikiran yang tidak jelas, dan tidak memberikan solusi ( cenderung menambah masalah malah, hehehe ). Tapii...... cobalah melihat dari sudut pandang lain, dan ramu itu dengan sudut pandang loe hingga tercapai satu tindakan yang jauh lebih baik...

    bye.....



    "hero want to kill emperor. but he didn't for country.
    emperor dosent want to kill hero. but he did for country."

    ~kutipan seseorang di komen youtube~

    BalasHapus
  3. si diplomat hanya menjalankan tugas, dan kita tahu kalo bicara ham maka negeri ini masih munafik karena militer masih menjadi warga negara kelas satu sejak orde baru.
    pernyataan menkopolhukam jendral wiranto dalam kasus 65 yg menyatakan bahwa negara dalam keadaan bahaya saat itu sehingga tidak bisa dipandang berdasarkan hukum masa kini juga menunjukkan posisi militer yang masih kuat.. nah, karena kasus 65 aja belum tuntas apalagi dengan trisakti 98, semanggi 1 & 2, almarhum munir, theys eliyo (presidium mrp) dan lain, dan sebagainya..
    mari bersatu runtuhkan dominasi militer dengan tidak memilih parpol yang dibentuk oleh para jendral juga golkar.

    BalasHapus
  4. Masukan dikit bang

    protes terhadap palabelan cantik, tapi di tulisan protesnya juga terjebak ke personifikasi sang diplomat

    namanya juga diplomat, mereka disumpah untuk membela kedudukan NKRI, terutama di forum internasional. mustahil di forum seperti itu ada diplomat yang membeberkan kelemahan negaranya, meskipun itu fakta.

    akan lebih baik jika protesnya ditujukan ke NEGARA, bukan sang diplomat. they just doing their jobs :)

    disclaimer: saya bukan diplomat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang pasti kamu tahu apa yang disampaikan dia bohong. Sudah itu saja.

      Hapus
    2. Kalau kau ada di posisi diplomat itu, apa yang akan kau katakan?

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. orang yang gak suka sama nara,orang yang sukanya buka aibnya sendiri.
      @rotua sabar aja....aku baru tau tulisan ini.kadang kita harus berbohong untuk kebaikan.klu @arie pasti dengan lantang menyampaikan pendapatnya...dia khan komika ternama....hhhhh.langsung indonesia diinterfensi negara lain untuk lepas papua dari NKRI.langsung @arie senyum2 dalam hati(MISIKU BERHASIL)HHHHHHH

      Hapus
    5. Jelek sekali pikiranmu @Dixie

      Hapus
  5. Saya masuk kesini saya pikir akan banyak fakta mengenai HAM di Papua yang lantas membuat anda tidak setuju dengan statement sang Diplomat. Ternyata faktanya tidak saya dapatkan malah banyak argumen yang anda kemukakan cendrung tidak obyektif. Seperti kalimat banyak luka disana, apa lantas saya jadi teredukasi mengenai luka apa yg Papua rasakan? Kalau mau mengkritik saran saya at least sampaikan data dan makna yg faktual, sehingga orang jadi teredukasi dengan masalah yang sesungguhnya yaitu isu HAM di Papua, jangan cuma menebar opini karena bisa saja opini berujung provokasi yang tidak perlu.


    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba kamu sampaikan hal ini kepada diplomat cantik itu, karena opini dia di majelis internasional itulah yang memprovokasi banyak intelektual muda di Papua yang merasa hak asasi mereka dikesampingkan

      Hapus
    2. dan coba kakak berfikir logis , dia hanya diplomatik junior yang disuru oleh kemenlu, seperti actor yang di beri narasi oleh sutradara, jangan menyodorkan individu ka, wake up kakak, sekian:) bicara soal ham im care about humanity.

      Hapus
    3. 1 Bukti HAM Besar ni.. Teman" Kalo Ke Jayapura, Keluar dr Bandara Sentani ada Kuburan Besar, Itu Milik Tokoh Papua Theys Eluay yg Berteriak soal keadilan setiap saat.. dari Tahun ke Tahun Sampai Saat ini Kasus Pembunuhannya Tdk Jelass???? Justru orang itu dapat kursi empuk di Republik ini..
      Selesaikan Barang ini dulu baru bicara Berkoar"... Stop Sembunyikan Realita HAM di Papua dengan Tameng Pembangunan.
      Terima Kasih Kk Arie Kriting, Papua Perlu Orang Sepertimu.
      Jujur Itu Penting!

      Hapus
    4. Kronologi berdarah di Paniai, Papua masih menghadirkan tanda tanya besar. Tragedi yang terjadi awal Desember lalu menunjukkan penegakan hak asasi manusia (HAM) di negeri ini masih karut-marut.
      silahkan mba audy googling saja dengan mengetik 'Tragedi Paniai'.

      Hapus
    5. ini, anda bisa baca ini pelanggaran HAM yang terjadi di Papua https://www.ictj.org/sites/default/files/ICTJ-ELSHAM-Indonesia-Papua-2012-Bahasa.pdf

      Hapus
    6. Saya sebagai orang timur juga merasakan hal yang sama dengan bang Arie Kriting. Tapi protes semacam ini layaknya ditujukan untuk bapak Presiden kita bukan kepada sang diplomat. Ia hanya menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai seorang diplomat. Dia hanya menjaga nama baik negaranya dimata international. Walaupun apa yang disampaikan sepenuhnya tidak sesuai fakta yang terjadi di papua, setidaknya itu sudah mampu menepis anggapan2 negatif dari negara2 pasifik tersebut dan memperbaiki citra Indonesia dimata dunia mengenai HAM. Berhubungan dengan kasus HAM di Papua, sebaiknya itu diserahkan kepada kebijakan Presiden Jokowi sebagai pemegang mandat tertinggi negeri ini. Memang sangat ironis Daerah yang sangat luarbiasa kaya raya seperti Papua masih tertinggal jauh di berbwgai aspekn dibandingkan dengan daerah2 lain. Sehingga memicu terjadinya konflik dikalangan masyarakat, hingga tidak segan2 aparat pun melakukan hal yg tidak selayaknya dilakukan sebagai petugas keamanan. Ini semua terjadi dikarenakan masalah kesejahteraan masyarakat papua. Keadilan serta keamanan yang tidak mereka rasakan.

      Hapus
  6. "Memeluk Papua"
    Saya rasa yang dilakukan diplomat itu bagian dari memeluk Indonesia yang didalamnya ada Papua. Masalah HAM ? Militer punya alasan melakukan hal yang dinilai melanggar HAM, menjaga kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan NKRI. Dan apakah si korban baik itu sipil atau aparat tidak melakukan kesalahan sehingga Hak Asasinya merasa di injak oleh negara.
    Di SMA saya pernah mendengar guru berkata (kurang lebih) "menyingkirkan satu siswa bandel dan nakal untuk menyelamatkan 39 siswa lainnya". Tapi dalam konteks ini kita bicara mengenai kedaulatan negara dan menjaga keutuhan negara yang terbentur dengan HAM. Ini masalah dalam negeri, upaya untuk tidak mengikut sertakan atau mencegah negara lain ikut campur itu bagus, kan ?. Seperti ketidak inginan Negara jika gerakan Sparatis, OPM atau apapun itu di campuri negara lain. (Walau ada teori yang menyebutkan keikut campuran negara lain dalam gerakan itu bahkan memodalinya). Masalah Negara yang belum bisa menyelesaikannya (sekarang), itu tugas kita sebagai pemuda kedepannya.
    Bukan kah sudah dijelaskan jika 6 kepala negara yang menyinggung masalah HAM di Papua itu menyalahi piagam PBB. Itu sidang untuk membahas pemanasan global dan dampaknya. Kenapa jadi bahas HAM di Papua ?
    Masalah cantik itu relatif, media selalu mencari judul yang menarik, dan saat judul itu memuat kata cantik kemudian kita sebagai lelaki kadar tertariknya meningkat kemudian membacanya, kita normal yang mengarah ke kurang ajar. hehe..
    Saya cinta Papua. Papua menjadi salah satu tujuan tempat yang ingin saya kunjungi jika di beri kesempatan suatu saat nanti. Saya cinta Indonesia, dan saya menginginkan Indonesia utuh, selamanya sampai selama-lamanya.
    Suwun...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kamu tahu reaksi masyarakat Papua terhadap statement itu?Kamu tidak pernah ke Papua, punya teman orang Papua juga mungkin tidak. Kamu coba lihat statement itu dari sudut pandang mereka. Jangan jadi bangsa Arogan.

      Hapus
    2. Tahu bro, tahu reaksi rakyat Papua, dan bro Arie yang ngasih tahu. Saya bukan orang Papua, tidak (belum) pernah ke Papua, bahkan gak punya kenalan orang Papua. Tapi sedikit mengerti tentang permasalahan di Papua.
      Dimana poin arogan saya ?
      Saya Cinta Indonesia yang di dalamnya ada Papua, dan menginginkan NKRI tetap utuh. Ketika ada orang lain yang mencoba membela negara yang saya cintai dari pandangan miring negara lain (walaupun itu benar), apakah saya salah membela orang itu ? bukan membela penuh, lebih tepatnya setuju dengan caranya.
      Dimana poin arogan saya ?
      Dan Bro Arie malah mempermasalahkan kecantikan yang jadi judul berita, padahal sudah tahu jika itu hanya Gimmick.

      Hapus
    3. Papua is special province,saat indonesia merdeka mereka tak tak mau kemana tidak ada arah,dan itu disadari oleh Soekarno,tak ingin wilayah ini dijadikan boneka oleh negara eropa,maupun Australia,maka jalannya adalah indonesia merangkul
      Papua,meskipun Dari awal wilayah ini selalu menjadi kontroversi tapi tetap dibina dengan baik, apa lagi tradisi nya yang unik sangat bertolak belakang dengan adat/tradisi rakyat indonesia kebanyakan,tapi yang menjadi alasan kenapa wilayah Papua mau bergabung dengan indonesia pada zaman Soekarno pasti sudah Di pikiran oleh tokoh tokoh Di Papua,tidak ada yang mengucilkan Papua contoh nya pada era SBY para tokoh Papua sangat dihargai dan ada juga yang Di angkat menjadi pejabat tinggi negara dan berprestasi,apapun issue yang ada Di Papua tetap Papua adalah indonesia,saya bangga dengan Papua karena provinsi Papua, indonesia terlihat nyata oleh dunia bahwa perbedaan bukan suatu halangan untuk saling menghormati,menghargai dan damai,apabila terdengar oleh negara lain ada issue yang tidak mengenakan,berarti kita benar benar hidup Di dunia,tidak ada yang sempurna

      Hapus
    4. SIPPPPPPPPPPPPPP.jempol buat anda.

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Menurut saya apa yg disampaikan diplomat kita itu sudah benar. Dia menunjukan bhw Indonesia tdk seperti yg mereka gambarkan dan indonesia tidak terima kalau urusan dlm negerinya di campuri negara lain. Tentu, pernyataan lima negara tsb ada muatan politik nya, secara disampaikan nya jg di sidang pbb yg dihadiri banyak negara. Tentu, sbg negara yg berdaulat, Indonesia melalui perwakilannya harus merespo dgn tegas pernyataan tsb. Adapun utk kasus HAM di dlm negeri, jangankan yg di papua -kasus yg di Jakarta aja banyak yg tdk terungkap. Negeri ini masih berjalan tentu kedepan kita harapkan akan semakin baik. Opini saya ini bukan utk mendeskriditkan /menyepelekan kasus HAM di Papua tetapi mari kita lihat pernyataan mba diplomat tersebut tujuannya utk "menjewer kuping" negara lain yg mempermalukan Indonesia di mata internasional.

    Terima Kasih
    Salam Hormat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk apa menjewer kuping negara lain, jika dalam waktu yang sama menginjak kepala bangsa sendiri? Untuk apa? Coba kamu lihat pernuyataan itu dari perspektif Orang Papua, sungguh pernyataan itu Arogan tiada duanya.

      Hapus
    2. papua pengen merdeka.gak usah muter2 soal ham.gak ada yg salah antara arie sama nara,sama2 membela.

      Hapus
  10. Kita sering mendengar "My country, right or wrong; if right, to be kept right; and if wrong, to be set right". Itu yang ditunjukkan oleh diplomat kita.
    Itu bukan berarti dia abai terhadap fakta yang ada. Persoalan HAM di negeri ini tentu saja masih ada, dan kita sendiri ada upaya kok untuk meningkatkan kualitas HAM di negeri ini. Tidak cuma pemerintah, tapi juga komunitas masyarakat, mulai melek tentang pentingnya HAM. Kurangnya masih banyak, tapi progressnya selalu ada.
    TAPI, kalau ada negara lain mencoba untuk menyerang kita, (apalagi di luar topik resmi acara sidang) dan tutup mata terhadap upaya kita dalam membenahi persoalan HAM, tentu saja harus dilawan. Dan upaya mbak Nara kemarin, sangatlah tepat. Tidak pantas mereka mencampuri urusan kita.
    Apa mereka tidak tahu kalau di Papua sekarang ini sedang dilakukan pembangunan secara massif? Itu khan supaya akses semakin mudah, informasi dan ekonomi semakin terbuka bagi warga Papua. Semakin baik edukasi dan ekonomi warga Papua, semakin melek pula mereka tentang hak-hak mereka.
    Sekali lagi, bahasa diplomatik itu khas, sesuai dengan tujuan diplomasi itu sendiri. Itu sebabnya ada jurusan HI yang khusus membedah persoalan diplomasi. (M. Jawy)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa gunanya menyerang negara lain, jika yang tersakiti adalah bangsa sendiri? Apa gunanya. Dan seperti yang sudah saya tulis di atas, pembangunan secara massive dengan pengusutan kasus-kasus Pelanggaran HAM itu dua hal yang berbeda. Beda. Kalau bahasa diplomatik kita kelasnya cuma untuk menunjukkan Arogansi, sedih saya kalau kita bangga dengan itu.

      Hapus
    2. betul bang harusnya sibodoh nara,serang negara sendiri.injak 2 indonesia yg dicintai ini didepan para pemimpin dunia.biar tau bobroknya indonesia,biar sekalian di intervensi klu bisa intervensi lewat militer.australia semangat itu bang,,,,coba abang bujuk....................

      Hapus
  11. Saya yakin semua yang komentar di atas ini tidak kenal dengan masyarakat Papua, tidak pernah ke Papua, dan pada dasarnya tidak pernah mau tau dengan Papua. Hanya tidak suka ego terhadap perasaan bangga dan nasionalisme nya terusik. Kalian pada dasarnya tidak peduli dan tidak tahu menahu tentang Papua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bro Arie orang asli Papua? Udah berapa lama tinggal di Papua?

      Hapus
    2. Saya mungkin lebih tahu Papua dari anda bro, umur saya 39 tahun dan sudah 27 tahun hidup di Papua sampai sekarang. Kalau anda bilang orang Papua masih tertindas sampai sekarang, itu bullshit! Orang Papua sudah menjadi tuan di negeri sendiri saat ini, sedangkan warga pendatang sudah seperti kambing congek yang dikesampingkan hak2nya. Apa anda tidak tahu bahwa semua kepala daerah di papua harus orang asli Papua? Anda tidak tahu bahwa kontraktor dengan nilai nominal tertentu harus orang asli Papua? Anda tidak tahu bahwa penerimaan PNS di papua skrg harus prioritas orang papua? Anda tidak tahu program beasiswa 1000 doktor di Papua untuk orang asli Papua yg dibiayai dana otsus? Anda tidak tahu bahwa di pedalaman papua saja, contohnya di Oxibil (Pegunungan Bintang), hanya orang papua yang bisa berobat gratis? Saya sdh mengabdi keliling Papua bung, disaat anda enak2an melawak di Jawa sana. Jangan buat pernyataan tentang Papua yang anda sendiri tidak paham, bahkan anda berani menuding orang lain yang bersuara tentang papua sebagai orang yang tidak tahu apa2 dan tidak peduli dengan papua. Jika anda punya waktu untuk "pulang" atau sekedar pelesir ke Papua, saya akan mengajak anda keliling papua dan melihat dengan mata kepala anda sendiri bagaimana kehidupan dan "tingkah" orang papua sekarang ini. Terlebih beberapa orang papua asli yang sempat mengecap pendidikan di luar papua, punya sedikit ilmu, lalu menjadi provokator untuk menuntut hal2 yang tidak masuk akal di bumi cenderawsih ini. Mari bung, saya mengajak anda untuk pulang ke Papua.

      Hapus
    3. Bung Allen paham konteks yang sedang dibicarakan ini apa? Yang dibahas ini Statement "Komitmen Negara terhadap HAM tidak perlu dipertanyakan lagi", sementara banyak kasus pelanggaran HAM yang tidak ada tindak lanjut. Ini beda dengan terbukanya kesempatan yang luas sekarang untuk masyarakat asli, itu dua hal yang berbeda, mohon dipahami dulu. Jangan asal keras. Hahaee,..

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    5. Kaka tong Sagu... Sa lama di Jogja, teman orng papua banyak jg, sdh pernah ke papua jg. Yg kaka omong itu benar sdh, dr kacamata kaum muda papua yg sa kenal kira2 sesuai kaka statements sdh... Kaka ko TopπŸ™πŸ™πŸ™

      Hapus

      Hapus
    6. Mudah-mudahan yg di katakan allen benar, jadi ikut senang jika emang begitu keadaannya

      Hapus
    7. Coba Allen Jawab Kasus Pembunuhan Theys Eluay di Skyline Jayapura?????? Sampai dimana..??? sdh brapa Tahun ni...????
      TIDAK ADA PENYELESAIAN OHHHHH, DATANG KE JAYAPURA BR LIAT KUBURAN BESAR TU ADA DI JALAN MASUK BANDARA SENTANI..
      Mau tinggak 2000 tahun 1 juta tahun k..
      Au Jawab Itu Coba?????
      100 Buat Kk Arie, Ni kita bicara Pelanggaran HAM.
      Terima Kasih kk Arie Keriting, Papua Butuh Orang Kayak Ko skali kaks.

      Hapus
    8. HAM dan ham...kita bicara mengenai apa tujuan para presiden negara kepulauan asia pasifik,,,,kalian paham gak apa tujuan mereka?jangan2 sama tujuan kalian.pengen memisahkan diri dari NKRI.kalian emang suka negara yg saya cintai dilecehkan negara lain.jempol buat kalian...aib rumah tangga diumbar publik...heran(geleng kepala aku)klu seandainya papua lepas seperti timor-timor...monggo cari nfkah disana ya....

      Hapus
    9. Kaks, allen de jelas ga paham lahh, klo dia paham, dia gak mungkin ngomong, karena klo benar kata.a udah puluhan tahun di papua, pasti tau lah apa yang terjadi di papua. Atau mungkin aja tau dan ngerti, tapi tetap aja pura2 buta, pura2 tuli, pura2 bisu, itu kan emanh ciri khas indonesia... selalu pura2..
      Hehe

      Hapus
  12. Jujur, awalnya saya liat video ini ikut bangga, karna ada seorang perempuan cantik, muda, dan berani membungkam enam pimpinan dari negara pasifik tersebut lewat pidatonya mengenai HAM, dan jujur saya baru bener bener perhatiin pidato preempuan tersebut setelah Mas Arie bikin rame di twitter, dan iya, saya setuju dengan mas arie bahwa memang HAM di negara kita sepatutnya dipertanyakan, berlawanan dengan apa yang diungkapkan perempuan tsb, tapi Nara mengatakan bahwa HAM di Indonesie tidak perlu dipertanyakan lagi itukan dalam tujuannya agar 6 negara pasifik tidak ikut campur dalam urusan negara kita, dan mas arie tetep pada pendiriannya bahwa membela boleh tapi harus tetap diatas kebenaran. Nah sekarang saya penasaran, andai kata mas arie yang ada di posisi nara pada saat itu, apa sih yang seharusnya dilakukan? Apakah harus ngungkapin kebobrokan Indonesia tentang penanggulangan HAM di negara kita ini kepada 6 pimpinan negara pasifik tsb? Coba saya mau tau pendapatnya mas arie, gimana seharusnya yang dilakukan nara menurut pandangan mas arie agar 6 negara pasifik itu gak ikut campur dengan permasalahan HAM di Indonesia tapi tetap dengan kebenaran kebenaran yang ada. Ditunggu responnya, mas arie

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komen saya gak ditanggepin. Sedih. Padahal penasaran banget saya dengan pendapat mas arie atas pertanyaan saya yang diatas 😒

      Hapus
    2. udah di jawab tuh sama utusan khusus salomon untuk papua barat, tp belum ada tanggapan lagi dari indonesia..

      Hapus
  13. Saya ingin tahu gimana jawaban anda (Arie Kriting) ketika anda mewakili Indonesia dan harus menjawab pernyataan 6 negara melanesia tersebut.
    Apa anda tau alasan negara melanesia tersebut "hanya" menyinggung pelanggaran HAM di Papua ? Padahal banyak kasus pelanggaran HAM lainnya di segala penjuru Indonesia. Bahkan di Suriah, Palestina, dan segala penjuru dunia juga terjadi pelanggaran HAM berat. Tp kenapa "hanya" menyinggung pelanggaran HAM di Papua ? Apakah anda paham maksud dan tujuan negara2 melanesia tersebut ?
    Saya asli Jawa dan saya tidak pernah ke Papua.
    Saya ingin jawaban yg realistis bukan jawaban yg menyatakan saya tidak pernah ke Papua dan saya tidak punya saudara atau teman disana.
    Perlu anda ketahui bahwa saya punya saudara di Papua sana. Ya, semua masyarakat di Papua adalah saudara sebangsa dan setanah air saya !

    BalasHapus
  14. Baca-baca saja dulu yang benar, jangan sampai itu yang kalian pikir semangat membela rasa nasionalisme sebenarnya hanyalah ketidak pedulian terhadap rasa kemanusiaan. Pelan saja,...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah pelan dan anda tidak menjawab 2 pertanyaan diatas. Kasian para awam yg ikut tergiring dengan opini anda. Saya lihat komentarnya di sini halus2 tidak ada yg arogan kok

      Hapus
    2. HAM dan ham...kita bicara mengenai apa tujuan para presiden negara kepulauan asia pasifik,,,,kalian paham gak apa tujuan mereka?jangan2 sama tujuan kalian.pengen memisahkan diri dari NKRI.kalian emang suka negara yg saya cintai dilecehkan negara lain.jempol buat kalian...aib rumah tangga diumbar publik...heran(geleng kepala aku)klu seandainya papua lepas seperti timor-timor...monggo cari nfkah disana ya....

      Hapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. Mana ada PELAKU mengaku KESALAHAN !!!
    Mba Nara berbicara seperti itu secara garis besar ya... wajar-sajar saja, tidak mungkin Nara bilang "Di Indonesia bnyak terjadi Pelanggaran HAM" itu kan sangat tidak mungkin sekali... Dan media-media yang ada di Indonesia ini sebagian besar tidak "SEIMBANG" dalam mengelolah informasi, akhirnya banyak rakyat Indonesia yang tertipu dan tertutup dengan apa yang sebenarnya ada dan terjadi di Indonesia.

    Buktinya saja, ketika negara-negara Pasfik mulai angkat isu HAM Papua di PBB sebagai keluarga dari Melanesia, kok Indonesia malah bantah,... ini kan di sisi lain efek dari kurang berimbangnya informasi yang di publikasi oleh media di Indonesia. Mana ada media televisi maupun media besar lainnya yang pernah siarkan tentang Pembunuhan, Pembantaian, Diskriminasi, Pemerkosahan, dan masih banyak lainnya yang dilakukan oleh negara di Papua,..??? tidak pernah kan... makannya wajar saja rakyat Indonesia sebagian besar tidak mengetahui tentang Papua dan ASAL NGOMONG SAJA,...

    Kalau anda ingin mengetahui Sejarah Papua yang sebenarnya dan mengikuti perkembangan yang terjadi di Papua yang benar,.. alangkah baiknya ikuti di media berikut ini,...

    www.tabloid-wani.com

    Sejarah Papua:
    http://www.tabloid-wani.com/p/sejarah-papua-lengkap.html

    Pelanggaran HAM di PAPUA
    http://www.tabloid-wani.com/search/label/Pembunuhan
    http://www.tabloid-wani.com/search/label/Genosida
    http://www.tabloid-wani.com/search/label/Pelanggaran%20HAM


    Semua yang anda cari ada di dalam Media ini !!! (Tentang PAPUA)

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAM dan ham...kita bicara mengenai apa tujuan para presiden negara kepulauan asia pasifik,,,,kalian paham gak apa tujuan mereka?jangan2 sama tujuan kalian.pengen memisahkan diri dari NKRI.kalian emang suka negara yg saya cintai dilecehkan negara lain.jempol buat kalian...aib rumah tangga diumbar publik...heran(geleng kepala aku)klu seandainya papua lepas seperti timor-timor...monggo cari nfkah disana ya....

      Hapus
    2. HAM itu tidak terlepas dari Hak Politik bangsa Papua !!!

      Lenggaran HAM di Papua adalah anak kandung dari Papua Merdeka !!! Anda Harus mengetahui itu,.. jagan asal lepas kata...!!!

      Hapus
    3. papua pengen merdeka.gak usah muter2 soal ham.itu aja intinya.....klu aku gak peduli ....hhhh

      Hapus
    4. HAM itu tidak terlepas dari Hak Politik bangsa Papua !!!

      Hapus
  17. Pace arie katong baku sodara to?
    Saya kecil hidup di papua tepatnya manukwari dan daerah sekitarnya. Lahir juga di timur juga, pulau seram.
    Dan punya banyak teman & keluarga orang timur walau saya besar di jawa. Karena ada kerusuhan waktu itu. Menurtku HAM yang di utarakan pace arie benar. Masih ada banyak orang yg dipandang sebelah mata. Masih banyak orang timur yg perlu. . . Ah sudahlah pernyataan saya akan menyedihkan. Intinya orang papua berhak marah, marah bukan berarti benci atau mau mempecah belah. TIDAK sama sekali TIDAK. Jika mau dari dulu udah di lakukanya tapi mereka diam dan diam. Saya tahu persis bagaimana temen dan sudara2 saya di sana. Dan bagaimana negara ini menyikapinya. Saya juga gk mempermasalahkan diplomat cantik(menurut saya sih biasa aja. Cantik relatif) itu salah. Di satu sisi 1.dia mungkin tidak tau sama sekali kondisi papua 2. Dia hanya di suruh baca teks saja 3.atau memeng dia salah. Kita gk pernah tau alasan kenapa dia bicara seperti itu. Bukan berarti kita atau kaum tertindas oleh ketidak adilan ini diam saja. Kita boleh bersuara. Tapi setidaknya sebelum bersuara. Tanyakan atau klarifikasian dulu pernyataan diploma itu kenapa dia berbicara seperti itu... alasan 1,2 atau 3 atau 4 5 6 dsb. Jika dia sudah berbicara maka , dari situ kita bisa bersuara. Jikapun dia bohong tetap bersuara. Karena ketidak adilan itu menyakitkan. Dan istilah menendang 1 murid nakal hanya untuk menyelamatkan 29 orang di kelas tidak terjadi. Ini bukan di kelas. Ini menyangkut manusia budaya dan yg segalanya ada di papua. Kami cinta mereka. Jangan di pandang sebelah mata. saya tidak membela siapa siapa dan tidak menyalahkan siapa2 masalah ini timbul atau suara pace arie timbul, karena adanya ketidak adilan jika keadilan HAM itu tegak maka gk ada yg protes. Saya juga tahu masalah/permasalahan itu pasti ada. Pro dan kontra pasti ada. Tapi jika suara atau pendapat itu di utarakan untuk kebaikan dan keutuhan maka dengrkanlah. Dipahami.jangan sampai salah tangkap.
    Saya masih ingat mace mace memanggul bak berisi ikan di taruh kepalannya, dengan mulut merah karenah sirih atau nginang, para pace kelaut membuang jalanya. Beserta upacara adat yg selalu digelar di acara besar atau ada tamu isimewa datang di teempat itu. Saya masih ingat ketika melihat tari tarian itu saya di gendong di pundak ayah saya. Saya sangat mencintai papua walau bukan orang asli sana walau saya anak ingusan kemaren sore. Betama ramahnya orang pribumi terhadap keluarga saya.
    Banyak cerita dari ortu saya, yang mengambarkan betapa baik nya orang papua itu.
    saya menyalahkan diri saya karena bodoh dan tidak bisa jadi walikota atau anggota DPR atau presiden agar bisa memakmurkan papua saya malu karena tidak bisa berbuat banyak untuk sodara2 kita di indonesia dimanapun mereka berada. Saya malu dengan kebodohan dan tidak berdayanya saya. Tapi semoga doa saya tersampaikan ke semua sodara2 setanah air ini. Sekali lagi maaf kalo ada kata2 dari saya yang salah

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  19. saya paham maksud om satriadin ini, saya juga sama-sama merasakan hal sangat humanis dari pemikiran om arie. Tujuan dari pidato itu sebenarnya untuk mempertahankan independensi negara kita terhadap HAM atas manuver yang mereka tunjukkan (intervensi), bukan untuk mempertunjukkan progresifitas regional kita karena kitong semua tahu itu masalah internal negara yg tra selesai2. pidato itu hanya sebagai Strategi, dipakai untuk menepis manuver-manuver yang mulai aneh oleh 6 negara pasifik. Tujuan negara-negara pasifik untuk membicarakan hal tentang HAM di Indonesia sebenarnya sangat positif khususnya PAPUA. Namun jalur mereka tempuh kali ini terlalu jauh. Mereka boleh berulang kali datang ke jakarta atau dengan undangan agenda khusus bilateral( jika gagal coba lagi tergantung komitmen mereka ke arah mana, HAM atau pengalihan isu). Tapi menggunakan forum yang bijaksana seperti UN general assembly (yang khusus membahas implementasi 17 poin SDGs) dipakai hak nya untuk bicarakan masalah yang masih paradoks di Tanah Papua itu justru satu pertanyaan besar negara kita. Padahal SDGs seharusnya bisa digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah regional yang ada di 6 negara pasifik tsb. Manuver 6 negara pasifik itu ada kaitan dengan tujuan tertentu karena forum yang dipergunakan seharusnya bukan untuk pertaruhan isue regional negara lain (indonesia) yang semua negara sudah tahu (termasuk inggris, amerika, dan belanda: dong paling berkepentingan) merujuk masalah SDA. Mohon kita pahami baik-baik, bukan mengandalkan perasaan sahaja. soal reaksi dalam negeri saya rasa kita tahu media kita tidak ada yang mampu atau punya integritas menggunakan isu itu secara objektif. Dan reaksi orang-orang yang om Arie lihat sama dengan dengan reaksi sebagian besar orang indonesia yang suka menelan bulat-bulat berita media. mohon di kritik bila saya ada salah. terimakasih semua nya

    BalasHapus
  20. Mana ada PELAKU mengaku KESALAHAN !!!
    Mba Nara berbicara seperti itu secara garis besar ya... wajar-sajar saja, tidak mungkin Nara bilang "Di Indonesia bnyak terjadi Pelanggaran HAM" itu kan sangat tidak mungkin sekali... Dan media-media yang ada di Indonesia ini sebagian besar tidak "SEIMBANG" dalam mengelolah informasi, akhirnya banyak rakyat Indonesia yang tertipu dan tertutup dengan apa yang sebenarnya ada dan terjadi di Indonesia.

    Buktinya saja, ketika negara-negara Pasfik mulai angkat isu HAM Papua di PBB sebagai keluarga dari Melanesia, kok Indonesia malah bantah,... ini kan di sisi lain efek dari kurang berimbangnya informasi yang di publikasi oleh media di Indonesia. Mana ada media televisi maupun media besar lainnya yang pernah siarkan tentang Pembunuhan, Pembantaian, Diskriminasi, Pemerkosahan, dan masih banyak lainnya yang dilakukan oleh negara di Papua,..??? tidak pernah kan... makannya wajar saja rakyat Indonesia sebagian besar tidak mengetahui tentang Papua dan ASAL NGOMONG SAJA,...

    Kalau anda ingin mengetahui Sejarah Papua yang sebenarnya dan mengikuti perkembangan yang terjadi di Papua yang benar,.. alangkah baiknya ikuti di media berikut ini,...

    www.tabloid-wani.com

    Sejarah Papua:
    http://www.tabloid-wani.com/p/sejarah-papua-lengkap.html

    Pelanggaran HAM di PAPUA
    http://www.tabloid-wani.com/search/label/Pembunuhan
    http://www.tabloid-wani.com/search/label/Genosida
    http://www.tabloid-wani.com/search/label/Pelanggaran%20HAM


    Semua yang anda cari ada di dalam Media ini !!! (Tentang PAPUA)

    BalasHapus
  21. memang harusnya nara jujur disidang pbb kemaren.seperti presiden salomon indonesia bantai 500rb nyawa selama 50thn.nara harusnya jawab YA INDONESIA DENGAN BANGGA TELAH BANTAI 500rb NYAWA.MUNIR,WIDJI,DAN LAIN SEBAGAINYA...????????????????????hemmmmmmmm.yg dibahas orang itu apa.....?para presiden asia pasifik itu nuntut!!!!papua dan west papua.supaya dimerdekakan dan berdaulat.ya intinya mau memecah belah.......banyak beritanya.negara asia pasifik gerilya...gimana caranya biar papua pisah dengan indonesia.ini hanya opini saya saja,soalnya timor leste juga gitu.ujung2nya pengen merdeka.klu nara meng'''iyakan pernyatan para presiden asia pasifik yang dukung papua merdeka....saya yakin perang seperti timor leste .tentara barat masuk alasan ham bantu papua merdeka.perang dahhhhh.hhhhhhhhhhhhhhhhhh

    BalasHapus
  22. NkRI harga mati ...!!apabila ada hal hal yang merasa tidak adil baiknya disampaikan kepemerintahan sekarang..dan jangan mengadu domba rakyat papua....

    BalasHapus
  23. Sbg orang awam z pusing baca kata n komen diatas. Yg jelas apapun isu ham papua pasti tujuannya utk.memperkuat motivasi bagi papuan asli utk lebih gencar mnyerukan kemerdekaan papua. Apapun usaha keras pemerintah membangun disana tdk akan menyurutkn mereka. Ini bukan analisa ilmiah, cuma sekedar pengamatan orang awam. (pengamatan dr kawan2 papua asli n akun fb orang papua asli sebagian besar pro papua merdeka). Maaf s cuma orang awam hehehe ..

    BalasHapus
  24. mantap utk bro arie. jgn samakan kasus ham, politik & hukum dengan ekonomi & sosial. bukannya 3 jenderal tsb hrsnya dihukum mati karena theys hluay dibunuh. malahnya ri memberi leluasa bebas bagi pejabat elit n militer jika terlibat melanggar ham. :) :)

    BalasHapus
  25. @arie_kriting... Anda menyalahkan tindakan dan ucapan Nara Masista, apabila anda yang berada pada posisi diplomat Indonesia tersebut dan merasa diri anda adalah "Orang Indonesia",,, jawaban seperti apakah yang akan anda kemukakan pada forum tersebut?

    BalasHapus
  26. Saya rasa, Yang komen disini nggak membacanya dengan hati. Nggak pelan-pelan bancanya. Entah kenapa... Kakak Ari yang sabar ya... Lets make laugh!

    BalasHapus
  27. NKRI sebaiknya tdk perlu gelisa, sebab anda sudah terlambat 7 tahun yang lalu.
    sehingga anda berbicara sesuai topik yang ada, kita bukan bicara atau membahas masalah tentang otsus di Papua, melainkan Pelanggaran HAM di Tanah Papua. sehingga perlu dipahami dibagian itu pula, biar tidak keliru.

    BalasHapus
  28. Apa yg disampaikan Arie Keriting itu sangat Tepat. Jika di Indonesia ada bnyk org yg memiliki pengetahuan dan hati akn penderitaan Org Papua,mka luka itu akan sembuh.

    BalasHapus
  29. perlu diketahui negara2 yang sedang mengecam indonesia di PBB saat ini adalah negara2 pengusung MELANESIA RAYA dimana mereka merasa semua bangsa Melanesia harus merdeka dan membentuk persekutuan baru (mirip ASEAN) khusus untuk orang Melanesia, dan batu ganjalan mereka adalah Papua Barat yang merupakan daerah kedaulatan Indonesia, yang ga kelihatan batang hidungnya ini Asutralia.... kenapa ya apa mereka merasa cukup menerjunkan negara pion2 boneka mereka??? hehehe... semoga diberi pencerahan mereka dan blokir produk maritim ke Vanuatu, Solomon, Tonga etc.ini haya opini saya hhhhh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. presiden solomon suruh urusin ham.dinegara kecil mereka aja blm kelar.



      #gakjelas

      Hapus
  30. baru tau ada blogspot yang rame komennya....klo menurut ane sih mending kasih saran solusi gimana baiknya untuk permaslahan ham di papua, klo ada yg bilang gak bener, dan bilang benernya gini, malah gak ada juntrungnya,, yang urgetn itu mengatasi masalh ham dengan cara apa, bukan yang sudah terjadi, tapi bagaimana mencegah hal serupa terjadi...cmiuw...

    BalasHapus
  31. setuju,,,,ini baru komentar bijak...banyak kawanku yang dari papua merantau kebatam...enjoy2 aja mereka.

    BalasHapus
  32. Jelas yang anda sampaikan adalah ketidaksukaan. Lantas harus memakai model cara kerja bagaimanakah perwakilan kita (diplomat) dalam menanggapi pemantik yang datang dari pasifik? Menjelaskan bahwa pemerintah indonesia benar adanya tidak menjalankan HAM? Dan membiarkan mereka masuk menyelidiki situasi di papua barat? Apakah anda tidak berusaha sedikitpun menghargai dimplomat catik itu dalam bekerja dalam menjalankan tugasnya? Saya tahu bahwa di papua barat banyak pelanggaran HAM, dan bukan berarti saya tidak tahu juga kalau pemerintah indonesia peduli dengan hal itu dan berusaha menyelesaikannya. Jauh diluar sana negara-negara lain pun banyak mengurusi pelanggaran HAM di negerinya masing-masing tapi itu pun jadi urusan negeri mereka sendiri. Semua ini berjalan dalam historis. Jika anda lebih cermat dan anda tahu bahwa bagaimana setiap detik dunia ini bekerja diluar sana. Anda akan memahami setiap konspirasi yang ada. Bukan berarti saya tidak peduli dengan orang-orang di papua. Saya percaya pada pemerintah kita yang lebih berjalan jauh dalam mengelola pemikirannya terhadap isu-isu yang ada. Dan saya bangga sebagai WNI punya diplomat cantik sperti Nara Rakhmatia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. @anaonim atau siapapun dirimu.......sippppp

      Hapus
  33. Sejujur-jujurnya saya selalu menikmati / terhibur jika arie kriting tampil di TV.
    Dan jika saya bertanya ( pertanyaan yg sama dengan orang2 yg telah mampir lebih dulu di blog ini ) berharap tidak dikait2kan atau dianggap tidak mengerti penderitaan di Papua.

    Pertanyaan ini saya tanyakan agar berimbang, antara "Judgment" apa yang telah disampaikan oleh Nara "cantik" Dan apa yang seharusnya dia katakan sebagai Diplomat NKRI di sidang umum PBB?

    BalasHapus
  34. Tetap saja kebohongan jangan menghalangi kebenaran dengan dalih menjaga nama baik.

    Karena ini sama aja seperti Israel yang membunuh anak-anak Palestina kemudian mengatakan kepada dunia lewat media:
    "semua baik-baik saja, faktanya anak anak kita juga dibunuh, jadi kita bunuh saja anak anak palestina"

    Itu sakitnya tuh di sini..

    Atas nama apa pun..

    kami merasakan sakitnya efek kata kata nara masiswa. Penipu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pribadi memang belum pernah menginjakan kaki di papua. Melalui pemberitaan media masa, aetikel-artikel dan kesaksian orang-orang yang pernah atau tinggal di papua saya bisa mengetahui ketimpangan pembangunan. Dan sampai dengan beberapa tahun yg lalu saya berpendapat bahwa papua seperti dilupakan. Hanya mementingkan SDA yang ada di sana.

      Tapi mari lihat dari komitmen dari pemerintahan saat ini untuk pembangunan di papua. Apakah pandangan kita akan sama jika papua telah mauju?

      Perlu di catat bahwa jika nara berbicara di PBB sesuai dengan apa yang anda ingin dengar, maka akan menimbulkan konsekuensi yang luar biasa kacau. Bahkan mungkin jauh dr apa yg kita bayangkan.

      Hapus
  35. Ini adalah sebagian kecil keresahan om arie mengenai permasalahan HAM,dan mungkin tulisan ini untuk merangsang kita agar lebih peka terhadap permasalahan yang sangat penting. Apalagi mengenai HAM. Saya apresiasi tulisan ini karena sedikit membuka mata saya mengenai kondisi permasalahan HAM saat ini. Salut juga buga buat abang abang lain yang mungkin saya katakan kontra dengan tulisan ini karena memiliki perspektif lain yang tidak mengesampingkan keutuhan NKRI. Respect buat abang semuanya. Semoga ini tidak menjadi perpecahan diantara kita yang sama sama orang indonesia. Aamiin :)

    BalasHapus
  36. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  37. ini kisah nyata saya . . . .

    perkenalkan nama saya wanda, saya berasal dari kota Bandung saya bekerja sebagai seorang karyawan di salah satu perusaan Yogyakarta.dimana saya sudah hampir kurang lebih tiga tahun lamanya saya bekerja di perusaan itu.

    Keinginan saya dan impian saya yang paling tinggi adalah ingin mempunyai usaha atau toko sendiri,namun jika hanya mengandalkan gaji yah mungkin butuh waktu yang sangat lama dimana belum biaya kontrakan dan utan yang menumpuk justru akan semakin sulit dan semakin lama impian itu tidak akan terwujud

    saya coba" buka internet dan saya lihat postingan orang yg sukses di bantu oleh seorang kyai dari sana saya coba menghubungi beliau, awalnya saya sms terus saya di suruh telpon balik disitulah awal kesuksesan saya.jika anda ingin mendapat jalan yang mudah untuk SOLUSI MUDAH, CEPAT LUNASI UTANG ANDA, DAN MASALAH EKONOMI YG LAIN, TANPA PERLU RITUAL, PUASA DLL. lewat sebuah bantuan penarikan dana ghoib oleh seorang kyai pimpinan pondok pesantren shohibul Qur’an. dan akhirnya saya pun mencoba menghubungi beliyau dengan maksut yang sama untuk impian saya dan membayar hutang hutang saya.puji syukur kepada tuhan yang maha esa melalui bantuan beliau.kini sy buka usaha distro di bandung.
    Sekali lagi Saya mau mengucapkan banyak terimah kasih kepada K.h. Muh. Safrijal atas bantuannya untuk mencapai impian saya sekarang ini. Untuk penjelsan lebis jelasnya silahkan >>>>>>>>KLIK SOLUSI TEPAT DISINI<<<<<<<<<
    Anda tak perlu ragu atau tertipu dan dikejar hutang lagi, Kini saya berbagi pengalaman sudah saya rasakan dan buktikan. Semoga bermanfaat. Amin..

    BalasHapus
  38. Kemarin saya menang togel ini semua berkat bantuan MBAH SERO angka yang di berikan MBAH SERO 4d sgp tembus 100% syukur alhamdulillah dapat kemenangan 225.juta sudah banyak paranormal yang saya datangi minta bantuan angkanya tidak perna tembus selalu meleset malah hutang bertambah cuma MBAH SERO paranormal yang memberikan hasil dan akhirnya saya menang hutang saya yang di BANK sudah saya lunasi ini berkat bantuan MBAH SERO insya allah saya akan minta bantuan lagi sama MBAH karna saya sudah membuktikannya para pemain togel yang terlilit hutang jika mau hutangnya lunas ini solusi yang tepat hubungi O82-370-357-999 MBAH SERO atau kunjungi situs MBAH silahkan KLIK DISINI kami berkomentar di dalam blog ini cuma menyampaikan kisah nyata siapa tau ada teman2 butuh bantuan
    salam sukses dari saya bandiman

    BalasHapus
  39. mantap bang ari..!! teruslah menulis dan berkarya..!!

    BalasHapus